IBU....
Kau Penerang dalam kegelapan
Kau Penopang disaat ku rapuh
Kau Pencerah hari-hariku
IBU....
Kau Perjuangkan hidupmu untukku
Kau rela mati untuk nyawaku
Kau pertaruhkan seluruh jiwa dan ragamu
Hidupku adalah Hidupmu
Sakitku adalah Sakitmu
Bahagiaku adalah Bahagiamu
Sedihku adalah sedihmu
Senangku adalah Senangmu
IBU....
Sungguh besar semua pengorbananmu untukku
Betapa besar rasa cintamu untukku
Tak ada yang bisa menggantikanmu
Takkan pernah dirimu dengan apapun
Kuingin selalu bersamamu IBU ...
Teruslah menjagaku ..
Tampilkan postingan dengan label PUISI KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI KU. Tampilkan semua postingan
IBU
Read User's Comments(0)
Bintang Sirius
Bintang
Sirius
Aku
ingin menjadi bintang sirius
Seburuk
apapun cuacanya
Bintang
itu akan tetap bersinar terang
Memancarkan
sinar indahnya
Aku
juga ingin menjadi penerang untuk orang lain
Yang
berlindung gelap dalam terangku
Namun
mengapa aku ?
Mengapa
aku yang harus terlindungi dari gelap
Aku
takut gelap ini menghantuiku
Seakan
bersenang melihat ketakutanku
Ibu
...
Jagalah
aku dengan kasih sayang mu
Dan
ketelusan mu
Ibu
...
Aku
tak mampu berdiri sendiri
Aku
tak kuat menahan sakitnya cacian maki
Aku
tak sanggup jika terus berlinang air mata
Namun
mengapa aku menjadi kegelapan dalam terangnya mereka
By
Laili Ula Arfanti
MENGAPA
Mengapa .....
Mengapa ? ? ?
Mengapa ???
Aku hanya terdiam membisu
Melihat cahaya yang mulai redup
Cahaya yang mengilaukan tapi
menghangatkan
Seakan mengetahui kesakitanku
Hembusan udara yang menyeretku dalam
khayalan
Yang hanya menjadi sebuah mimpi terpendam
Dan tiada ada kata yang dapat terucap
Seakan membisu menjadi jalan terang dalam jalanku yang gelap
Mengapa ??
Hanya tetesan air mata
Yang sanggup mengarungi jalan ku
Melangkahkan kaki yang mulai melemah dan
menyerah
Kuingin terlepas dari rasa yang
mengikatku
Rasa yang menyiksa batin ku
Mengapa ??
Aku
sanggup menahan perihnya luka ini
Menahan
setiap goresan ini,
Kuingin
menghilang dari riuhnya keramaian
Menjadikan
diriku sebagai diriku sendiri
Mengembalikan
waktu yang hilang sia-sia
Aku
mencintaimu dengan rasa sakit yang kumilki
Aku
terlalu rapuh untuk merasakannya
Aku
tak mampu membiarkan mu terus berlari dalam bayangku...
Hingga
kejenuhan mulai merangkulku
By
Laili Ula Arfanti
Langganan:
Postingan (Atom)






